Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Aceh

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Aceh

variasi angka RTP

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa kawasan dataran rendah di Aceh yang terdampak bencana menghadapi sejumlah tantangan utama. Aktivitas masyarakat banyak terhambat akibat genangan lumpur, disamping kerusakan yang melanda sejumlah rumah warga.

Pemerintah pusat, melalui koordinasi intensif dan serangkaian rapat, terus berupaya mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Tito menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Fokus prioritas akan diberikan pada perbaikan infrastruktur vital seperti sekolah, rumah ibadah, dan pondok pesantren.

Komitmen dan Aksi Nyata Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Tito Karnavian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersabar sembari menunggu hasil kerja keras pemerintah. Ia menekankan bahwa kehadirannya secara langsung di lokasi bencana merupakan bukti konkret bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam.

“Sejak hari pertama puasa, saya sudah berada di Aceh Tamiang. Kehadiran saya untuk bertemu langsung dengan Bapak dan Ibu sekalian ini ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah serius menangani masalah ini. Kita akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” tegas Tito.

Penyerahan Bantuan Langsung

Pada kunjungan kerja tersebut, Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Kabupaten Bireuen. Bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket perlengkapan ibadah, ribuan potong pakaian muslim, serta ratusan jaket untuk anak-anak dan dewasa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Bupati Bireuen, Mukhlis, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen dan perwakilan pihak terkait lainnya, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pascabencana.