Puncak perayaan Imlek Nusantara 2026 sukses digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28 Februari 2026). Rangkaian acara dibuka secara meriah dengan Pawai Harmoni Imlek Nasional yang menyatukan beragam ekspresi budaya.
Pembukaan Penuh Makna
Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi membuka rangkaian pawai dengan memukul bedug tepat pukul 16.26 WIB. Momen simbolis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan.
Kehadiran kepala daerah seperti Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan persatuan dalam perayaan ini.
Simbol Toleransi dari Tiga Bedug
Pembukaan acara menghadirkan simbol toleransi yang dalam. Di atas panggung, tiga buah bedug telah disiapkan, masing-masing mewakili identitas yang berbeda. Bedug dari Masjid Istiqlal dipukul oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, bedug dari Gereja Katedral dipukul oleh perwakilan umat Kristiani, dan bedug dari daerah dipukul oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Ketukan kompak dari ketiga bedug tersebut bukan hanya penanda dimulainya pawai, tetapi juga menjadi pesan kuat tentang kerukunan dan penghormatan terhadap keberagaman.
Kemeriahan Pawai Budaya
Setelah ritual pembukaan, parade budaya pun dimulai. Lapangan Banteng langsung diwarnai dengan gegap gempita penampilan barongsai dari berbagai daerah, menampilkan kekayaan variasi seni tradisional Tionghoa di Indonesia.
Kemeriahan terus berlanjut dengan kehadiran ondel-ondel khas Betawi, tarian energik Reog Ponorogo, dan demonstrasi jurus-jurus pencak silat. Berbagai penampilan budaya Nusantara lainnya turut memeriahkan jalanan, menciptakan sebuah mosaik indah yang merayakan identitas Indonesia yang majemuk dan harmonis.
Pawai ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan Imlek telah menjadi milik bersama seluruh rakyat Indonesia, dirayakan dengan semangat kebhinekaan dan saling menghargai.