Pelabuhan Labuan Bajo Tutup Sementara Akses ke Pulau Komodo

Pelabuhan Labuan Bajo Tutup Sementara Akses ke Pulau Komodo

Bandar Togel Online — Otoritas pelabuhan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh aktivitas pelayaran menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Keputusan ini diambil menyusul insiden tenggelamnya sebuah kapal wisata yang mengakibatkan empat wisatawan asing dinyatakan hilang.

Koordinasi dengan BMKG Jadi Dasar Penutupan

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa keputusan penutupan diambil setelah berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Setelah berkoordinasi dengan semua unsur dan BMKG, kami mengeluarkan notice to mariner (NtM) yang menutup sementara pelayaran ke Komodo dan Padar,” ujar Stephanus.

Larangan berlayar ini, lanjutnya, bertujuan untuk memudahkan operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Dengan mengurangi lalu lintas kapal di zona bencana, diharapkan proses pencarian keempat korban yang masih hilang dapat berjalan lebih optimal dan aman.

Prioritas Keselamatan dan Evakuasi

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh dari total sebelas penumpang kapal KM Putri Sakinah. Kapal tersebut mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam di perairan Pulau Padar. Di antara korban yang selamat terdapat dua wisatawan asal Spanyol, seorang pemandu wisata, dan empat orang kru kapal.

“Tujuan lain dari NtM ini adalah untuk menjaga keselamatan kapal-kapal lainnya, sampai nanti dinyatakan cuaca kembali aman,” tegas Stephanus, menekankan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.

Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Nakhoda Kapal

Dalam notice to mariner yang dikeluarkan, KSOP Labuan Bajo juga memberikan peringatan keras kepada seluruh nakhoda kapal. Mereka diimbau untuk memperhatikan prakiraan cuaca ekstrem dan peringatan dini dari BMKG yang berlaku hingga 1 Januari 2026.

Stephanus meminta para nakhoda untuk menghindari perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, arus kuat, dan angin kencang. “Kami imbau untuk berlabuh di area yang terlindung, memastikan kelaiklautan kapal, dan berkoordinasi dengan Syahbandar serta Basarnas jika cuaca memburuk,” pesannya.

Sebagai tindakan pendukung, pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tujuan Padar dan Komodo juga dihentikan sementara hingga kondisi cuaca dinyatakan benar-benar membaik.

Operasi SAR Terus Berlanjut

Operasi pencarian kini berfokus untuk menemukan keempat wisatawan asal Spanyol yang masih hilang, yaitu Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai elemen terus melakukan upaya maksimal di lokasi kejadian.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama selama musim penghujan, demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi laut di destinasi wisata dunia seperti Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.